Penerapan teknik sambung pucuk (grafting) merupakan metode efektif perbanyakan vegetatif tanaman buah guna mempertahankan sifat unggul pohon induknya. Teknik penggabungan batang bawah yang memiliki perakaran kuat dengan batang atas bernilai ekonomi tinggi mempercepat masa panen bibit. Metode ini sering diterapkan pada berbagai pengembangan tanaman buah maupun tanaman pendukung seperti pada pembudidayaan kacang nasi di area perkebunan. Kualitas bibit hasil sambungan jauh lebih presisi.
Pemilihan batang bawah (rootstock) berasal dari persemaian biji tanaman lokal yang terbukti tahan terhadap serangan penyakit akar dan kekeringan. Batang bawah dikondisikan memiliki diameter yang seimbang dengan calon batang atas (entres) yang akan disambungkan. Kebersihan pisau okulasi menjadi syarat mutlak kesuksesan proses ini.
Batang atas diambil dari pohon induk yang terbukti rajin berbuah lebat dan memiliki sifat unggul teruji. Pucuk entres dipotong sepanjang 10-15 cm dengan menyisakan sedikit daun yang diiris separuh untuk mengurangi laju penguapan. Bagian pangkal entres diiris miring membentuk huruf V presisi.
Batang bawah dipotong mendatar lalu dibelah tengahnya sedalam irisan bentuk V pada entres secara hati-hati. Batang atas diselipkan tepat pada belahan batang bawah hingga jaringan kambium kedua bagian saling bersentuhan rapat. Sambungan lalu diikat menggunakan pita plastik transparan secara erat.
Kungkungan plastik bening dipasang menutup bagian atas sambungan guna menjaga kelembapan udara di sekitar jaringan sambungan. Bibit yang telah disambung diletakkan di bawah naungan paranet yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Dalam beberapa minggu, tunas muda baru akan mulai muncul.
Teknik sambung pucuk menghasilkan bibit tanaman buah berkualitas tinggi yang lebih cepat memasuki masa produktif. Keunggulan perbanyakan vegetatif ini mempercepat penyediaan bibit seragam untuk skala usaha perkebunan luas. Keahlian teknik perbanyakan meningkatkan keberhasilan efisiensi produksi bibit unggul.