Sektor pertanian seringkali hanya diidentikkan dengan pangan, namun kontribusi terbesarnya bagi negara justru terletak pada kemampuannya menjamin Kestabilan Pertanian, yang merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan roda industri manufaktur. Industri pengolahan makanan, tekstil, dan kimia sangat bergantung pada pasokan bahan baku yang konsisten dan berkualitas dari ladang dan kebun. Ketika Kestabilan Pertanian terganggu, misalnya akibat gagal panen atau fluktuasi harga yang ekstrem, biaya produksi industri melonjak, yang pada akhirnya memicu inflasi dan mengancam daya saing produk di pasar.
Analisis dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman (mamin) adalah kontributor terbesar PDB non-migas, dan 70% dari bahan baku industri mamin berasal dari pertanian. Ini berarti, jika Kestabilan Pertanian terganggu, 70% fondasi industri terbesar di negara tersebut akan goyah. Untuk mengatasi potensi risiko ini, pemerintah dan industri swasta aktif menjalin kemitraan jangka panjang. PT Sari Rasa Nusantara, sebuah perusahaan pengolahan snack di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, menjalin kontrak kemitraan dengan 15 koperasi petani ubi jalar di wilayah Priangan Timur. Kontrak ini menjamin penyerapan ubi jalar dengan volume minimal 20 ton per minggu sepanjang tahun, dengan spesifikasi kualitas yang ketat (kadar pati minimum 20%).
Kemitraan ini tidak hanya memberikan jaminan pasokan bagi pabrik, tetapi juga kepastian harga bagi petani, yang vital untuk menjaga motivasi dan investasi mereka dalam budidaya. Pabrik juga menyediakan pinjaman pre-financing (pinjaman awal) kepada petani mitra untuk pembelian bibit dan pupuk unggul sejak Maret 2025. Hal ini memungkinkan petani untuk menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) yang menjaga kualitas hasil.
Aspek lain yang menunjang Kestabilan Pertanian adalah perlindungan terhadap hama dan penyakit. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Garut bekerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Garut untuk mengamankan persediaan pupuk bersubsidi dan mencegah praktik penyelewengan. Pada Rabu, 15 Januari 2025, Polres Garut berhasil mengungkap kasus pemalsuan pupuk yang berpotensi merusak hasil panen di ratusan hektar lahan pertanian. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya holistik untuk menjaga Kestabilan Pertanian dari ancaman internal dan eksternal.
Oleh karena itu, menjamin Kestabilan Pertanian bukanlah semata-mata tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh sektor, termasuk industri dan aparat keamanan. Investasi pada sistem irigasi, riset benih unggul, dan dukungan logistik yang efisien adalah investasi pada kelangsungan industri nasional, memastikan bahwa pabrik-pabrik di hilir dapat beroperasi secara optimal tanpa takut kekurangan bahan baku.